Senja menyapa malam
Angkasa memerah bak kelelahan
Matapun mulai menyapu sunyi
Terlihatlah sosok kuat, duduk terkulai di kursi
Apa kau lelah, Ayah?
Apa kau muak, Ayah?
Apa kau marah, Ayah?
Lidahmu sumber kebijaksanaanku
Bahkan sorot matamu yang lesu
Adalah akar semangatku
Menangislah, Ayah !
Menangis adalah awal senyuman
Bebanku cukup ringan untuk kau tanggung sendiri
Ayah boleh menangis, bersamaku
dibuat saat mengerjakan tugas bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar