Selasa, 17 September 2013

AYAH BOLEH MENANGIS

Senja menyapa malam
Angkasa memerah bak kelelahan
Matapun mulai menyapu sunyi
Terlihatlah sosok kuat, duduk terkulai di kursi

Apa kau lelah, Ayah?
Apa kau muak, Ayah?
Apa kau marah, Ayah?

Lidahmu sumber kebijaksanaanku
Bahkan sorot matamu yang lesu
Adalah akar semangatku

Menangislah, Ayah !
Menangis adalah awal senyuman
Bebanku cukup ringan untuk kau tanggung sendiri
Ayah boleh menangis, bersamaku



dibuat saat mengerjakan tugas bahasa Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar